Kelapa (bagian 2): Manfaat Keseluruhan Pohon Kelapa

Sebagian besar dari qta, ane yakin, sudah tahu dan paham serta memanfaatkan hampir seluruh bagian dari pohon kelapa. Memang luar biasa ciptaan Allah yang satu neh (semua juga luar biasa kalee :) ). Sekarang coba qta bedah. Seperti biasa, artikel ini ane sarikan dari berbagai sumber yang tentu saja ane pahami

Hampir semua bagian dari pohon kelapa dapat kita manfaatkan. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya pada Bandar Udara Soekarno Hatta) oleh Sedyatmo. Batangnya, yang disebut glugu dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk rumah. Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang sangat menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri sendiri (seni merangkai janur).

Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan, disebut lidi, dihimpun menjadi satu menjadi sapu. Tandan bunganya, yang disebut mayang (sebetulnya nama ini umum bagi semua bunga palma), dipakai orang untuk hiasan dalam upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Bunga betinanya, disebut bluluk (bahasa Jawa), dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi menjadi tuak. Buah kelapa adalah bagian paling bernilai ekonomi. Sabut, bagian mesokarp yang berupa serat-serat kasar, diperdagangkan sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau batok, yang sebetulnya adalah bagian endokarp, dipakai sebagai bahan bakar, pengganti gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai bentuk kerajinan tangan. Baca lebih lanjut

Kelapa (bagian 1): Pohon Kelapa

Kali ini qta diskusiin sebuah pohon yang nggak kalah super manfaat buat manusia dari akar hingga ujungnya. Artikel ini diolah dari berbagai sumber.

Kelapa (Cocos nucifera) merupakan satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan adalah anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir atau yang tinggal di walayah tropis. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Hampir semua bagiannya dapat kita manfaatkan. Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari keluarga Arecaceae. Ia adalah satu-satunya spesies dalam genus Cocos.

Karakter pohon kelapa

Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, pelepah pada ibu tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna daun hijau kekuningan. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal.

Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Baca lebih lanjut

Tanaman Padi itu Super Bermanfaat Lho!

Coba perhatikan materi artikel ini nih.

Petani membakar jerami di tempat setelah beberapa hari padi dipanen dan sebagian petani memotong jerami dan menimbunnya di pinggir petakan sawah lalu membakarnya.Tanpa disadari petani, tujuan membakar jerami di tempat adalah untuk mengembalikan hara dari jerami ke dalam tanah, mematikan hama yang tertinggal pada jerami, mematikan patogen penyakit dan memusnahkan gulma. Namun tujuan utama petani membakar jerami adalah menyingkirkan jerami dari petakan sawah dengan cara yang praktis dan belum mempertimbangkan untung rugi atas tindakan pembakaran jerami.

Tidak semua hama tanaman akan mati pada saat jerami dibakar karena hama dewasa dapat berpindah tempat. Tikus akan masuk ke liang dan beberapa jenis gulma seperti rumput teki (Cyperus rotendus), tidak mati pada saat jerami dibakar. Sebaliknya, parasit dan predator yang berfungsi sebagai musuh alami hama dan penyakit justru mati pada saat jerami terbakar sehingga berpengaruh negatif terhadap keseimbangan hayati. Demikian juga mikroba yang berguna dalam proses biologis, seperti perombak bahan organik, pengikat nitrogen dan mikroba yang memiliki fungsi biologis lain akan ikut mati dan sukar tergantikan keberadaannya.Pada umumnya petani belum memperlakukan jerami sebagai bagian integral dari usahatani padi.

Hak kepemilikan jerami di sawah tidak jelas, kecuali pada kasus tertentu dan mereka menyatakan jerami padinya akan digunakan sendiri. Oleh karena itu para pencari jerami memanfaatkan potensi ini dan jerami yang mereka dapatkan dengan gratis dijual kepada pihak yang memerlukan. (dikutip dari situs sinartani)

Kenyataan, bukan? Wah, eman2, padahal tanaman padi itu Super manfaat Lho!

Pastinya, sebagian dari kita pasti udah tahu klo tanaman padi itu nggak cuma bermanfaat pada hasil olahannya saja, yaitu beras, namun tanaman ini memberi manfaat dari akar hingga ujungnya. Sayangnya, masih cukup banyak petani (dan yang bukan petani tentunya) belum sadar akan kemanfaatan tanaman padi secara menyeluruh. Kita akan membahasnya sedikit demi sedikit, klo masih kurang komplit, temen2 atau siapapun pembaca yang budiman bisa menambahkan info terkait melalui kontak admin blog ini/ lewat kolom komentar. Yuk cekidot of d’ lis ..  :) Baca lebih lanjut

Padi (bagian 3): Tipe Beras dan Varietas Unggul

Nah, lagi2 aq nge-post soal padi, kali ini lebih pada beras. Aq bener2 suka sama tanaman penghasil beras ini, aq juga sangat suka sawah (terimakasih ya Allah atas segala nikmat dan anugerahMu atas tanaman yang menjadi bahan makanan pokok kami ini :) ).  Check it out.

Keanekaragaman Tipe Beras beras-indonesia

Terdapat beberapa jenis beras. Pengkategorian tersebut antara lain:

Padi pera

Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya

Ketan

Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat Baca lebih lanjut

Padi (bagian 2): Keanekaragaman Budidaya Padi

Keanekaragaman Budidaya Padi

Padi Gogo

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, salah satu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan air seperti di sawah. Wilayah Lombok mengembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Pengolahan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo

1. Penyiapan lahan

Pengolahan tanah dilakukan pada musim kemarau menjelang datangnya musim hujan.• Pengolahan tanah diperlukan untuk menciptakan kondisi tumbuh yang baik. Pada tanah datar sampai kemiringan kurang dari 5%, pengolahan tanah dicangkul (bajak) 2 kali dan satu kali garu.• Pada lahan dengan kemiringan lebih dari 15%, pengolahan tanah sederhana (minimum tillage) atau tanpa olah tanah (TOT).

2. Pemilihan varietas

Pemilihan varietas padi gogo didasarkan pada : 1) kesesuaian terhadap lingkungan tumbuh (ketinggian dan iklim), 2) umur tanaman berkaitan dengan curah hujan dan pola tanam, 3) ketahanan hama penyakit dan 4) produktivitas.• Pilihan varietas adalah: situ gintung, gajah mungkur, kalimutu, way rarem, jatiluhur, cirata,towuti, limboto, danau gaung, batu tegi, situ patenggang dan situ bagendit.

3. Tanam

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan (Oktober – November) bila terdapat 1 – 3 hari hujan berturut-turut dengan curah hujan 21 mm/minggu. • Tanam sistim alur, lahan yang telah dipersiapkan dibuat alur sedalam 3-4 cm dengan jarak antara alur 20-25 cm. Benih disebar secara diicir, kemudian alur ditutup kembali dengan tanah.• Sistem tanaman tugal dengan kedalaman 3-5 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, kemudian 2 – 3 butir benih dimasukkan ke dalam setiap lubang tanam dan ditutup kembali dengan tanah.• Kebutuhan benih 30 – 50 kg/ha.• Apabila kelembaban tanah cukup, benih sebaiknya direndam sekitar 24 jam Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.