Tanaman Padi itu Super Bermanfaat Lho!

Coba perhatikan materi artikel ini nih.

Petani membakar jerami di tempat setelah beberapa hari padi dipanen dan sebagian petani memotong jerami dan menimbunnya di pinggir petakan sawah lalu membakarnya.Tanpa disadari petani, tujuan membakar jerami di tempat adalah untuk mengembalikan hara dari jerami ke dalam tanah, mematikan hama yang tertinggal pada jerami, mematikan patogen penyakit dan memusnahkan gulma. Namun tujuan utama petani membakar jerami adalah menyingkirkan jerami dari petakan sawah dengan cara yang praktis dan belum mempertimbangkan untung rugi atas tindakan pembakaran jerami.

Tidak semua hama tanaman akan mati pada saat jerami dibakar karena hama dewasa dapat berpindah tempat. Tikus akan masuk ke liang dan beberapa jenis gulma seperti rumput teki (Cyperus rotendus), tidak mati pada saat jerami dibakar. Sebaliknya, parasit dan predator yang berfungsi sebagai musuh alami hama dan penyakit justru mati pada saat jerami terbakar sehingga berpengaruh negatif terhadap keseimbangan hayati. Demikian juga mikroba yang berguna dalam proses biologis, seperti perombak bahan organik, pengikat nitrogen dan mikroba yang memiliki fungsi biologis lain akan ikut mati dan sukar tergantikan keberadaannya.Pada umumnya petani belum memperlakukan jerami sebagai bagian integral dari usahatani padi.

Hak kepemilikan jerami di sawah tidak jelas, kecuali pada kasus tertentu dan mereka menyatakan jerami padinya akan digunakan sendiri. Oleh karena itu para pencari jerami memanfaatkan potensi ini dan jerami yang mereka dapatkan dengan gratis dijual kepada pihak yang memerlukan. (dikutip dari situs sinartani)

Kenyataan, bukan? Wah, eman2, padahal tanaman padi itu Super manfaat Lho!

Pastinya, sebagian dari kita pasti udah tahu klo tanaman padi itu nggak cuma bermanfaat pada hasil olahannya saja, yaitu beras, namun tanaman ini memberi manfaat dari akar hingga ujungnya. Sayangnya, masih cukup banyak petani (dan yang bukan petani tentunya) belum sadar akan kemanfaatan tanaman padi secara menyeluruh. Kita akan membahasnya sedikit demi sedikit, klo masih kurang komplit, temen2 atau siapapun pembaca yang budiman bisa menambahkan info terkait melalui kontak admin blog ini/ lewat kolom komentar. Yuk cekidot of d’ lis ..  :) Continue reading

Padi (bagian 3): Tipe Beras dan Varietas Unggul

Nah, lagi2 aq nge-post soal padi, kali ini lebih pada beras. Aq bener2 suka sama tanaman penghasil beras ini, aq juga sangat suka sawah (terimakasih ya Allah atas segala nikmat dan anugerahMu atas tanaman yang menjadi bahan makanan pokok kami ini :) ).  Check it out.

Keanekaragaman Tipe Beras beras-indonesia

Terdapat beberapa jenis beras. Pengkategorian tersebut antara lain:

Padi pera

Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya

Ketan

Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat Continue reading

Padi (bagian 2): Keanekaragaman Budidaya Padi

Keanekaragaman Budidaya Padi

Padi Gogo

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, salah satu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan air seperti di sawah. Wilayah Lombok mengembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Pengolahan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo

1. Penyiapan lahan

Pengolahan tanah dilakukan pada musim kemarau menjelang datangnya musim hujan.• Pengolahan tanah diperlukan untuk menciptakan kondisi tumbuh yang baik. Pada tanah datar sampai kemiringan kurang dari 5%, pengolahan tanah dicangkul (bajak) 2 kali dan satu kali garu.• Pada lahan dengan kemiringan lebih dari 15%, pengolahan tanah sederhana (minimum tillage) atau tanpa olah tanah (TOT).

2. Pemilihan varietas

Pemilihan varietas padi gogo didasarkan pada : 1) kesesuaian terhadap lingkungan tumbuh (ketinggian dan iklim), 2) umur tanaman berkaitan dengan curah hujan dan pola tanam, 3) ketahanan hama penyakit dan 4) produktivitas.• Pilihan varietas adalah: situ gintung, gajah mungkur, kalimutu, way rarem, jatiluhur, cirata,towuti, limboto, danau gaung, batu tegi, situ patenggang dan situ bagendit.

3. Tanam

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan (Oktober – November) bila terdapat 1 – 3 hari hujan berturut-turut dengan curah hujan 21 mm/minggu. • Tanam sistim alur, lahan yang telah dipersiapkan dibuat alur sedalam 3-4 cm dengan jarak antara alur 20-25 cm. Benih disebar secara diicir, kemudian alur ditutup kembali dengan tanah.• Sistem tanaman tugal dengan kedalaman 3-5 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, kemudian 2 – 3 butir benih dimasukkan ke dalam setiap lubang tanam dan ditutup kembali dengan tanah.• Kebutuhan benih 30 – 50 kg/ha.• Apabila kelembaban tanah cukup, benih sebaiknya direndam sekitar 24 jam Continue reading

Padi (Bagian 1): Tanaman Padi

Untuk yang pertama kali aq nge-post soal padi. Kenapa? kita sama2 tahu bahwa tanaman yang satu ini tidak hanya hasil olahannya bermanfaat sebagai bahan makanan pokok sebagian besar warga negara Indonesia tercinta ini, kemanfaatannya luar biasa dari bawah hingga pucuk pohon tanaman ini. Namun kita belum akan membahas itu sekarang. Sekarang aq nge-post soal padi sebagai tanaman penghasil bahan makanan pokok dulu ya. Postingan di bawah ini aq sari-kan dari berbagai sumber dan tentu saja apa yang aq pahami :)

Semoga bermanfaat.

Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting di dalam kehidupan manusia. Tanaman ini mengacu pada jenis tanaman budidaya, namun juga memiliki beberapa jenis marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar.Di tingkat dunia, produksi padi menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Dan bagaimanapun juga, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia, yang hasil dari pengolahan padi kita sebut beras. Istilah yang sangat tidak asing bagi penduduk negara Indonesia.

Kerajaan:Plantae

Divisi: Magnoliophyta

(tidak termasuk)Monocots

(tidak termasuk)Commelinids

Ordo: Poales

Famili: Poaceae

Genus: Oryza

Spesies:Oryza sativa

Padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim: Graminae atau Glumiflorae).

 

Ciri2 Umum Tanaman

Padi: merupakan tanaman semusim; akar serabut; batang sangat pendek; struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah tegak; daun berbentuk lanset; warna hijau muda hingga hijau tua; berurat daun sejajar; tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang; bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang; satuan bunga disebut floret; yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya; bentuk hampir bulat hingga lonjong; ukuran 3 mm hingga 15 mm; tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam; struktur dominan adalah endospermium yang biasa kita konsumsi dalam wujud beras . Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.