EkBis

RI MULAI BERALIH JADI NEGARA INDUSTRI

Nah ini nih, dasaran artikel sebelumnya.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan Indonesia mulai beralih dari negara agraris menjadi negara industri. Pasalnya, kontribusi industri pengolahan (manufaktur) terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat sejak lima tahun terakhir dibandingkan sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Depperin, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB selalu bertahan pada angka 27% hingga 28,3% pada kurun waktu 2002-2006.

Menperin menerangkan, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB tetap berada pada posisi teratas dibandingkan dengan bidang-bidang strategis lainnya seperti pertanian, kehutanan, pertambangan, perdagangan, hotel dan restoran, hingga jasa lainnya. “Dengan kata lain, kalau melihat angka-angka (dari BPS) ini, ada dua kesimpulan yang kita ambil yakni (di Indonesia) tidak terjadi deindustrialisasi. Kedua, ini yang paling penting, kita mulai beralih dari negara agraris menjadi negara industri. Sektor pertanian yang dahulu memegang peran utama, sekarang sudah tergantikan.,” papar Fahmi, 5 Maret 2007.

Dia menjelaskan, total ekspor industri nonmigas pada 2006 mencapai US$79,5 miliar dari total ekspor nasional yang mencapai US$100,69 miliar atau meningkat 19,68% dibandingkan 2005 senilai US$66,43 miliar. Dengan demikian pada 2006, industri manufaktur nasional berkontribusi sekitar 79% dari total ekspor nasional.

Hambatan

Meski demikian, Fahmi mengakui masih banyak masalah yang menghambat pertumbuhan industri nasional. Sepuluh persoalan utama yang dinilai menghantui industri manufaktur nasional di antaranya penurunan daya saing industri di pasar global, struktur industri dari hulu ke hilir yang kurang kuat sehingga menyebabkan pondasi industri tidak kokoh, dan ketergantungan impor bahan baku, penolong serta komponen masih sangat tinggi.

Di samping itu, tingkat suku bunga masih tinggi sehingga penyerapan kredit ke sektor riil menjadi rendah.

(07-03-2007, Situs Negara Republik Indonesia)

 

======================

Negara Industri Baru

Belum lama ini ane nemu beberapa artikel yang menyatakan hasil klasifikasi terkait negara2 dengan ekonomi kuat, negara paling cepet bisnis, dan lain sebagainya, yang intinya dari beberapa artikel tersebut ada perbedaan, sekalipun konsentrasi pengkategoriannya sama. Berikut ini sedikit dari Wikipedia.

Negara Industri baru adalah klasifikasi negara yang mempunyai perekonomian sangat baik namun belum mencapai tahap negara maju. Syarat lain sebuah negara dikatakan negara industri baru adalah berdasarkan hasil ekspornya. Beberapa negara industri baru diperkirakan akan memimpin perekonomian dunia pada tahun 2050 yaitu China,India,Brasil dan Meksiko.

Negara-negara ini adalah negara industri baru yang paling sering disebutkan dan diklasifikasikan oleh para ekonom dan ahli, yaitu:

  • Afrika Selatan
  • Mexico
  • Pakistan
  • Brazil
  • Mesir
  • RRC
  • Vietnam
  • India
  • Malaysia
  • Filipina
  • Indonesia
  • Yordania
  • Thailand
  • Turki

Indonesia? Yang bener nih?🙂 Bener kok, negara qta tercinta ini sedang berusaha untuk menjadi negara industri, mengingat kekayaan sumber daya alam dan manusia yang luar biasa banyak, serta peningkatan kualitas pendidikan warganya, negara qta ini berani untuk menjadi negara industri. Qta bahas di postingan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: